Jumat, 13 Juni 2014

(Updated) Strategi Penting yang Perlu Diketahui Agar bisa Masuk ke SMA/SMK Negeri di PPDB Kota Bandung 2014

Bisa melanjutkan studi di sekolah negeri merupakan kebanggan tersendiri baik bagi orang tua maupun siswa. Tapi kenyataannya dari tahun ke tahun untuk bisa masuk ke sekolah negeri menjadi terasa semakn lebih sulit.
Untuk itu diperlukan startegi yang tepat agar bisa berhasil masuk ke sekolah negeri,  atau paling tidak bisa memperbesar kemungkinan bisa masuk ke sekolah negeri. Karena Nilai UN yang di atas rata-rata tidak menjamin bisa masuk SMA/SMK negeri. Begitu juga nilai UN yang di bawah rata-rata bukan berarti tidak ada kesempatan untuk bisa  masuk ke Sekolah negeri

Berikut ini adalah strategi agar bisa masuk dilakukan agar bisa masuk ke sekolah negeri.
1.            Kenali faktor apa saja yang harus diperhitungkan dalam menentukan pilihan sekolah.  
Pilihan sekolah untuk melanjutkan studi memegang peranan kunci, Salah menentukan pilihan akan berdampak pada apakah bisa melanjutkan sekolah negeri atau tidak.. Berikut ini adalah hal-hal yang harus diperhatikan dalam menentukan pilihan sekolah.
a.       NILAI UN
Nilai un yang diperoleh merupakan faktor utama dalam menentukan pilihan sekolah. Semakin besar nilai UN yang diperoleh, semakin banyak alternatif sekolah yang bisa dipilih. Dan sebaliknya semakin kecil nilai UN semakin terbatas pilihan yang ada. Jika dibuat kisaran kasar tentang kemungkinan dan nilai tawar dari nilai UN maka kurang lebih akan seperti ini hasilnya.
36-40 : silahkan berharap bisa masuk sekolah negeri Favorit (aka. Cluster I-)
30-36: Silahkan berharap bisa masuk sekolah negeri
27-30: bisa jadi masuk sekolah negeri tapi perlu menggunakan strategi wait and see. Dan harus pintar2 membaca trend pergerakan nilai di PPDB.
20-27: Bisa jadi masuk sekolah negeri tapi pilihannya akan sangat terbatas dan ada dibutuhkan faktor x (perbanyak amal dan doa).
20 kebawah : Banyak berdoa ke Allah, Mohon petunjuknya. Dan Minta doa restu ke orang tua agar pilihannya tepat, tidak ada yang tidak mungkin jika Allah berkehendak. Coba juga kemungkinan masuk Sekolah negri lewat jalur alternative. Jalur prestasi misalnya.
b.      Lokasi sekolah
-Lokasi sekolah atau Jarak sekolah dari rumah perlu dipertimbangkan baik-baik. Jarak ini akan berpengaruh terhadap waktu tempuh dari rumah ke sekolah. Ini penting sekali jadi kalau tahu Anda tidak bisa bangun pagi tidak disarankan untuk memilih sekolah yang letaknya jauh. Karena akan meningkatkan persentasi kemungkinan datang terlambat ke sekolah. Sekolah yang jauh juga tentu saja akan meningkatkan ongkos/biaya transportasi. Perlu diingat bahwa jarak tersebut akan ditempuh Pulang pergi hampir setiap Hari selama tiga tahun. 
Disarankan untuk memilih sekolah negeri yang letaknya dekat dari rumah, karena selain selain menghemat ongkos dan waktu tempuh.
-Memilih sekolah terdekat dari rumah untuk tahun ini memiliki keuntungan tersendiri. Karena “bobot” nilai UN-nya akan dikalikan 1.1 (perlu diingat hanya berlaku untuk pilihan pertama dan yang memiliki KK kota Bandung). Misalkan kalau nilai Un-nya 35 dan memilih sekolah terdekat maka bobot nilainya 35 x 1.1 = 38.5. Maka Beruntunglah siswa-siwa yang punya KK Bandung  dan rumahnya di dekat sekolah negeri favorit pilihannya.
Oia berdasarkan tweet dari akun resmi PPDB nilai yang dikalikan 1.1 hanya berlaku utk SMA dan tidak untuk SMK. 
 Lokasi sekolah juga perlu diperhatikan, apakah sekolah yang kita pilih masuk ke dalam daftar sekolah yang kan mendapatkan insentif tambahan nilai jka dijadikan pilihan pertama.
c.       Prestasi atau kualitas sekolah.
Jika memang nilai UN nya termasuk diatas rata-rata. Maka dalam menentukan pilihan bisa mempertimbangkan juga kualitas dari sekolah yangmenjadi pilihan. Untuk mengetahui hal ini, coba cari informasi melaui web sekolah. Jangan lupa cek juga FB page, dan akun twitter resmi dari sekolah tersebut. Pencarian informasi mengenai sekolah  incaran bisa juga dilakukan lewat bertanya pada saudara atau kenalan yang merupakan siswa atau alumni sekolah tersebut. .
d.      Minat dan Bakat
Bila anda / anak Anda memiliki minat atau bakat yang sangat kuat dalam suatu bidang tertentu (seni, olahraga, IT, dll) maka bisa dipertimbangkan untuk memilih melanjutkan ke SMK yang sesuai dengan minat dan bakat. Tapi hal ini perlu dipertimbangakan masak-masak dan hanya dilakukan kalau sudah yakin dan mengenali resiko memilih SMK. Karena bila memilih melanjutkan ke SMK dan berencana akan kuliah maka pilihan jurusan di perkuliahan nanti. Misal bila seseorang memilih jurursan Seni di SMK, akan kesulitan jika ketika kuliah hendak memilih jurusan IT.
Memilih melanjutkkan ke SMK akan mengakselerasi perkembangan kompetensi jika memang ternyata sesuai dengan minat dan bakat anak.
Selain itu bisa juga menentukan pilhan sekolah bedasarkan Ekskul yang menonjol di suatu sekolah. Misal bila memang merasa mempunyai minat dan bakat di bidang olahraga maka pilih SMA yang dikenal memiliki ekskul olahraga yang unggul.
2. Strategi selanjutnya, setelah mengetahui faktor-faktor tersebut Anda harus ketahui perkembangan Passing grade pada tahun-tahun sebelumnya
Perkembangan passing grade perlu diperhitungkan, karena dengan begitu kita bisa mendapatkan gambaran mengenai "Nilai Tawar" dari nilai UN yang ada. Kita bisa mendapatkan gambaran kasar mengenai sekolah mana saja yang masih bisa dijadikan pilihan atau sekolah mana saja yang dinilai cukup “aman” untuk dijadikan pilihan.  Setiap tahun passing grade sekolah biasanya akan berubah-rubah. Pada tahun yang sama sekolah tertentu bisa saja naik, sedangkan passing grade sekolah lain mengalami penurunan. Walau begitu jarang terjadi kenaikan yang ekstrim. Kenaikan dan penurunan passing grade biasanya berkisar sekitar 3 point.
3.    Sekarang list atau tuliskan daftar-daftar sekolah, dan bagi menjadi beberapa kelompok berikut ini: 


1
Sekolah yang akan memberikan nilai insentif
2
Sekolah yang diinginkan
3
Sekolah yang ada dalam jangkauan nilai
4
Sekolah yang dinilai satu rayon dan “aman”









Kolom pertama adalah daftar sekolah yang masih ada dalam satu rayon yang sama.  Sekolah yang dituliskan di kolom ini adalah sekolah-sekolah yang apabila dipilih sebagai pilihan pertama akan mendapatkan reward tambahan nilai 10%. 
Kolom pertama adalah daftar sekolahyang akan memberikan nilai insentif tambahan 1.15 jika dipilih sebagai pilihan pertama. 
Kolom kedua adalah daftar sekolah yang merupakan harapan atau cita-cita. Kolom ini diisi dengan sekolah-sekolah yang diinginkan/diharapkan
Kolom ketiga adalah.. daftar sekolah yang merupakan alternative setelah ternyata nilai UN yang ada tidak memungkinkan untuk masuk ke sekolah di kolom 2. Sekolah ini adalah sekolah yang passing gradenya diperkirakan masih dalam jangkauan nilai
Kolom ke empat adalah daftar sekolah yang masih satu rayondan dan passing grade dinilai aman untuk dijadikan pilihan kedua. Sekolah yang masuk criteria aman bisa jadi karena nilai passing grade yang masih rendah atau peminat yang masih sedikit.
Tentu saja daftar tersebut akan sangat bervariasi  dari orang ke orang tergantung darilokasi rumah dan nilai UN yang diperoleh. Selain itu sekolah yang sama bisa saja ada di beberapa kolom yang berbeda. Kemudian siapkan table kosong lainnya dari list tersebut. Karena List table tersebut bisa jadi harus dirubah sesuai dengan pergerakan nilai di PPDB nanti.
Dengan membagi dan mengelompkokan sekolah pilihan seperti di atas,  kita akan lebih mudah mengenali sekolah mana saja yang bisa dijadikan pilihan pertama dan kedua.
Untuk pilihan pertama utamakan sekolah yang ada di semua kolom tersebut. . jika tidak yang ada di kolom satu sampai 3 atau kolom satu dan 3. Tidak disarankan untuk memilih sekolah yang hanya ada di kolom 2 (kecuali anda sudah benar2 mengetahui resikonya dan bersedia mengambil resiko tersebut).
Untuk pilihan kedua  utamakan sekolah yang ada di kolom 4. Kenali cost and benefit dari setiap pilihan yang ada di kolom 4.
.
4.     Pantau pergerakan nilai di PPDB (Pra Pendaftaran)
Kita perlu memantau pergerakan nilai di PPDB karena pengelompokan sekolah pada cara di atas masih menggunakan data nilai tahun sebelumnya. Jadi pengelompokan tersebut masih perlu di update tiap hari. 
5.        Tentukan waktu pendaftaran
Waktu yang ideal untuk mendaftar di PPDB sangat bergantung pada nilai UN yang didapat. Kisaran kasar waktu pendaftaran yang ideal adalah sebagai berikut:
Pemilik Nilai 38-40: mendaftar di hari pertama.
Pemilik Nilai 36-38:  mendaftar dihari kedua .
Pemilik nilai 33-36: mendaftar di hari ke tiga.
Pemilik nilai 30-33: mendaftar di hari ke empat
Pemilik nilai 27-30: mendaftar di hari ke lima
Pemilik nilai di bawah 27 mendafatar di hari ke 6.
Waktu pendafatran di atas tentu saja merupakan gambaran kasar (tanpa memperhitungkan persebaran nilai). Dari gambaran di atas Idealnya memang pemilik nilai yang lebih tinggi mendaftar lebih awal. Karena dengan begitu pergerakan nilai PPDB akan lebih jelas dan mengurangi “kegalauan” dari pemilik nilai UN yang lebih rendah.
Walau begitu sebenarnya tidak ada siapapun yang berhak mendikte kapan Anda harus mendaftar. Karena penentuan waktu pedaftaran merupakan hak prerogratif pendaftar di PPDB. 
6.   Tentukan Pilhan
Setelah mempertimbangkan masak-masak berdasarkan perkembangan nilai di PPDB dan kecenderungan hati. Silahkan tentukan pilihan Anda. Jangan lupa libatkan Allah (shalat istikarah) dalam penentuan final pilihan sekolah. Semoga dengan begitu apapun akibat dari pilihanyang diambil. Selalu baik pada akhirnya. 
7.       Lakukan Pendaftaran ke sekolah
Ini langkah yang sangat penting. Karena tanpa melakukan pendaftaran ke sekolah. Berapa besarnyapun nilai UN Anda/anak Anda. Bila tidak melakukan pendaftran maka ddijamin tidak akan bisa masuk ke sekolah negeri. Sangat tidak disarankan mendaftar di injury time(mendekati jam 2 di hari terakhir) kecuali sangat-sangat terpaksa. Hal ini untuk menghindari faktor-faktor yang tidak diinginkan sehingga mengakibatkan tidak diterimanya pendaftran karena waktu pendataran telah selesai. 
8.       Pantau Pergerakan Nilai PPDB (Pasca Pendaftaran)
Setelah mendaftar di sekolah biasanya ada perasaan lega. Tapi jangan terlalu santai dulu karena perjuangan belum berakhir. Check apakah pendaftaran kita sudah terupload ke situs PPDB online dan nilai-nilai yang diinput sudah benar. Kita harus memantau pergerakan nilai di PPDB, selain umtuk memastikan di sekolah mana kita diterima. Hal ini juga perlu dilakukan agar proses PPDB terpantau dan terkawal dengan baik  Bila perlu buat scrennshoot atau catat pergerkan posisi/ranking Anda di sekolah yang telah didaftarkan.
Setelah pengumuman PPDB Bila Anda dinyatakan Lulus seleksi Ambil langkah no 9. Bila dinyatakan tidak lulus seleksi ambil lankgah no 10 dan 11
9.       Lakukan pendaftaran ulang di sekolah dimana Anda telah dinyatakan berhasil lolos seleksi masuk
Bila berdasarkan hasil akhir di situs PPDB Anda diterima di sekolah pilihan I atau pilihan II. Berati langkah selanjutnya adalah melakukan pendaftaran ulang di sekolah dimana anda dinyatakan lolos seleksi masuk.  Saya ucapkan selama dan ikut berbahagia atas hasil yang diperoleh.  Pupuk dan kuatkan terus semangat untuk belajar sungguh-sungguh. Jangan sia-siakan kesempatan yang Anda peroleh ini. Bisa masuk ke sekolah negeri adalah amanah. Ingat banyak siswa lainnya yang berharap bisa ada dalam posisi Anda. Berikan yang terbaik untuk diri Anda dan sekolah di tempat dimana Anda belajar. Secara tidak langsung itu dapat menebus tangis untuk teman2 yang tidak berhasil lolos. Yang “merelakan” kesempatan mereka untuk diberikan kepada Anda. 
10.  Check masih adakah sekolah negeri yang memperpanjang jadwal pendaftaran karena belum terpenuhinya kuota sekolah
Ambil berkas pendaftaran di sekolah pilihan kedua lalu check apakah masih ada  sekolah negeri  melakukan perpanjangan jadwal pendaftaran karena daya tampungnya masih belum terpenuhi. Lalu coba melakukan pendaftaran ke sekolah tersebut. dan pantau kembali pergerakan nilainya. Bila ternyta berhasil lolos maka saya ucapkan Selamat.
 
11. Namun Bila setelah mengikuti pendaftaran pada masa perpanjangan ini dan masih belum lolos juga.
Ambillah waktu untuk menenangkan diri sebentar Kemudian bangkit lagi
Kecewalah dan menangislah sejenak. Karena perasaan tersebut bukan untuk ditahan-tahan. Silahkan hayati dan resapi rasa kecewa dan sedih tersebut lalu jadikan tekad untuk berusaha dan bersungguh-sungguh untuk memberikan yang terbaik di sekolah selanjutnya. Hasil yang didapat ini sebaiknya dijadikan juga sarana instropeksi diri. Mungkin bisa jadi karena kita tidak, bersungguh-sungguh belajar sebelumnya, atau karena ternyta kita mempunya sikap yang kurang baik pada teman atau orang tua, atau bisa jadi karena kita selama ini lalai berbadah. Jadikan kejadian ini momentum perubahan untuk bangkit ke arah yang lebih baik.  
12.   Pilih dan mendaftar ke sekolah swasta
Tidak lulus ke sekolah negeri jangan sampai membuat Anda berhenti sekolah. Karena penddikan itu penting. Pilih sekolah swasta alternatif dimana Anda akan melanjutkan studi. Pemilihan sekolah bisa jadi berdasarkan jarak dipilah yang terdekat, sekolah dengan baiaya yang tidak terlalu mahal, atau sekolah yang dikenal memiliki kualitas yang terbaik. Pilihan sekolah benar-benar tergantung pada keputusan Anda. 
Artikel ini ditulis berdasarkan pengalaman pribadi ketika tahun kemarin (2013) mendampingi proses PPDB ke SMA dan kondisi  terkini perkembangan proses PPDB.Penulis adalah guru les di salah satu bimbel yang ada di Bandung.
Bila Anda merasa artikel ini menarik atau bermanfaat, silahkan share  artikel ini. 
Bila Anda mengalami kesulitan dalam menentukan pilihan sekolah selama proses PPDB mungkin Anda tertarik untuk menggunakan Jasa Pendampingan PPDB. 

2 komentar:

  1. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  2. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus